Pengenalan SKKNI Petugas Pengambil Contoh dan ruang lingkup kompetensi.
Prinsip dasar pengambilan contoh (sampling) yang representatif dan sesuai SNI.
Teknik sampling berbagai media: air permukaan, air limbah, tanah, udara, dan sedimen.
Prosedur preservasi, penyimpanan, labeling, dan pengiriman contoh ke laboratorium.
Pengenalan peralatan sampling, kalibrasi alat, serta tata cara dokumentasi lapangan.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat pengambilan contoh di lapangan.
b. Diskusi
Pembahasan kendala dan kesalahan umum dalam proses sampling di lapangan.
Analisis kasus nyata terkait ketidaksesuaian hasil uji akibat kesalahan pengambilan contoh.
Diskusi interaktif antar peserta dan instruktur mengenai praktik terbaik (best practice) di bidang pengambilan contoh.
c. Studi Kasus
Simulasi proses pengambilan contoh air, tanah, atau limbah sesuai standar SNI.
Latihan pencatatan data lapangan, identifikasi titik sampling, dan pengisian form chain of custody.
Evaluasi hasil praktik peserta untuk menilai ketepatan prosedur dan pemahaman teknis.
d. Asesmen / Uji Kompentensi
Dilaksanakan oleh asesor BNSP sesuai skema sertifikasi.
Bentuk Asesmen : tes tertulis, wawancara, dan berbagai bentuk penugasan lain dari asesor.
Penilaian akhir sebagai dasar kelulusan dan penerbitan sertifikat.
Dari Fasilitas Pelatihan & Sertifikasi Peserta Akan Mendapatkan
Intruktur Yang Berpengalaman Pada Bidangnya (Lebih Dari 5 Tahun)
Fasilitas Ruang Pelatihan Yang Nyaman
Coffee Break Serta Snack 2x (Pagi dan Sore)
Makan Siang
Transportasi Lokal
Sertifikat Pelatihan Akualita (SKA)
Sertifikat Resmi dari BNSP
KIT Pelatihan serta Hard Copy atau Soft Coppy Modul Pelatihan
Dalam dunia industri, lingkungan, dan laboratorium, proses pengambilan contoh atau sampling memiliki peran yang sangat penting. Hasil analisis laboratorium tidak akan akurat jika contoh yang diambil tidak mewakili kondisi sebenarnya di lapangan. Karena itu, dibutuhkan tenaga kerja yang terlatih, kompeten, dan memahami seluruh prosedur teknis sesuai standar yang berlaku. Di sinilah peran Petugas Pengambil Contoh (PPC) menjadi sangat krusial. Sertifikasi Petugas Pengambil Contoh (PPC) BNSP diselenggarakan untuk memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan yang terukur dalam melakukan kegiatan sampling di berbagai media—mulai dari air, tanah, udara, hingga limbah cair atau padat. Program ini tidak hanya menekankan pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pemahaman mendalam tentang keselamatan kerja, dokumentasi, serta pengendalian mutu hasil sampling.
Dasar Hukum & Regulasi :
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Pengambilan Contoh Lingkungan
Permen Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) tentang metode pengambilan contoh
Standar Nasional Indonesia (SNI) seperti :
SNI 6989.59:2008 (Metode pengambilan contoh air permukaan)
SNI 6989.58:2008 (Metode pengambilan contoh lumpur dan sedimen)
SNI ISO 5667 series tentang teknik sampling air
Pelatihan dan Sertifikasi Petugas Pengambil Contoh (PPC) BNSP Untuk Siapa Saja?
Petugas laboratorium lingkungan melakukan kegiatan sampling air, tanah, udara, atau limbah.
Teknisi dan analis mutu di industri manufaktur, pertambangan, migas, dan pengolahan limbah.
Personel perusahaan jasa pengujian, konsultan, atau lembaga inspeksi yang membutuhkan sertifikasi kompetensi BNSP.
Pegawai instansi pemerintah atau lembaga penelitian yang terlibat dalam kegiatan pemantauan kualitas lingkungan.
Fresh graduate dari jurusan Teknik Lingkungan, Kimia, Biologi, atau bidang relevan yang ingin memperkuat kompetensi teknis sebelum bekerja.
Tenaga profesional K3 dan HSE yang ingin memahami proses pengambilan contoh untuk mendukung kegiatan inspeksi atau audit lingkungan.