Metode Pelatihan Sertifikasi Penggerak Mula Kemnaker RI
a. Pembekalan Materi
Penyampaian materi teknis dan K3 oleh instruktur
Penjelasan komponen mesin
Prosedur kerja
Tanggung jawab operator penggerak mula
b. Diskusi
Studi kasus gangguan dan kecelakaan pengoperasian mesin.
Sharing pengalaman antar peserta tentang kondisi kerja.
Tanya jawab langsung dengan instruktur berpengalaman.
C. Seminar
Narasumber praktisi K3 berbagi praktik terbaik di lapangan.
Update regulasi K3 terbaru dari Kemnaker RI.
Pemahaman peran Penggerak Mula dalam sistem K3 perusahaan.
d. Latihan Soal
Simulasi soal untuk mengukur pemahaman peserta.
Latihan mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja.
Ujian akhir teori atau praktik sebagai syarat kelulusan dan sertifikasi.
Dari Fasilitas Pelatihan & Sertifikasi Peserta Akan Mendapatkan
Intruktur Yang Berpengalaman Pada Bidangnya (Lebih Dari 5 Tahun)
Fasilitas Ruang Pelatihan Yang Nyaman
Coffee Break Serta Snack 2x (Pagi dan Sore)
Makan Siang
Transportasi Lokal
Praktik Lapangan di Industri
Sertifikat Pelatihan Akualita (SKA)
Sertifikat Resmi dari Kemnaker RI
Pengurusan Lisensi Kemnaker RI
KIT Pelatihan serta Hard Copy atau Soft Coppy Modul Pelatihan
Penggerak mula adalah mesin yang mengubah suatu bentuk energi menjadi tenaga mekanik untuk menggerakkan mesin atau peralatan lain. Contohnya meliputi motor bakar, turbin, dan kincir angin. Salah satu contoh yang sering dijumpai di tempat kerja adalah motor diesel pada genset. Motor diesel menghasilkan tenaga mekanik untuk memutar generator, kemudian generator mengubah tenaga tersebut menjadi energi listrik.
Pelatihan dan Sertifikasi Operator Penggerak Mula Kemnaker RI merupakan program pembinaan untuk membekali tenaga kerja dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja aman dalam mengoperasikan mesin penggerak mula sesuai jenis mesin dan kelas kewenangannya.
Materi pelatihan meliputi prinsip kerja mesin, identifikasi bahaya, perangkat keselamatan, prosedur pengoperasian, pengenalan gangguan, serta pemeliharaan.
Klasifikasi operator penggerak mula meliputi:
Operator Penggerak Mula Kelas I: mengoperasikan mesin sesuai jenisnya dengan kapasitas lebih dari 214,47 HP, serta mengawasi dan membimbing operator Kelas II.
Operator Penggerak Mula Kelas II: mengoperasikan mesin sesuai jenisnya dengan kapasitas sampai dengan 214,47 HP.
Pembagian kelas tersebut mengacu pada Permenaker No. 38 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi, dengan pengecualian bagi operator kincir angin.
Melalui pelatihan bersama AKUALITA, peserta dipersiapkan untuk memahami tanggung jawab operator dan menerapkan prosedur pengoperasian yang aman. Keikutsertaan, kelulusan, serta pengurusan lisensi K3 mengikuti persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Kelas Operator
Kapasitas Daya Mesin
Operator Penggerak Mula Kelas 2
Mengoperasikan penggerak mula sesuai jenisnya dengan kapasitas ≤214,47 HP.
Operator Penggerak Mula Kelas 1
Mengoperasikan penggerak mula sesuai jenisnya dengan kapasitas >214,47 HP, serta mengawasi dan membimbing operator Kelas II >214,47 HP
Dasar Hukum
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Permenaker No. 38 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi.
Permenaker No. 11 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan.
Pelatihan dan Sertifikasi Penggerak Mula Kemnaker RI Untuk Siapa Saja?
Operator atau calon operator mesin penggerak mula.
Personel operasional dan utilitas yang ditugaskan perusahaan untuk mengoperasikan mesin penggerak mula.
Tenaga kerja yang membantu pengoperasian mesin dan dipersiapkan menjadi operator.
Operator yang akan meningkatkan kelas sesuai persyaratan.
Perusahaan yang membutuhkan pembinaan operator untuk mendukung pengoperasian mesin secara aman.