1. Safety Induction (Orientasi Awal)
Sebelum mulai bekerja di laboratorium, penting untuk memahami lingkungan kerja terlebih dahulu. Kenali tata letak ruangan, termasuk lokasi jalur evakuasi, eyewash, safety shower, APAR, kotak P3K, serta kontak darurat.
Selain itu, pahami arti rambu-rambu K3 seperti tanda larangan, peringatan, kewajiban, dan informasi agar dapat bekerja dengan aman. Jangan lupa untuk meninjau kembali SOP dan instruksi kerja yang akan dilakukan pada hari itu, sehingga setiap langkah sudah jelas dan terarah.
2. Review MSDS (Lembar Data Keselamatan Bahan)
Sebelum menggunakan bahan kimia, luangkan waktu untuk membaca MSDS dari setiap bahan yang akan digunakan. Dokumen ini berisi informasi penting mulai dari identifikasi bahan, potensi bahaya, cara penanganan darurat, hingga cara penyimpanan dan pembuangan.
Perhatikan juga kode bahaya (H statements) dan langkah pencegahan (P statements), serta simbol bahaya (piktogram GHS). Dengan memahami ini, Anda dapat mengantisipasi risiko dan bekerja dengan lebih aman.
3. Persiapan APD (Alat Pelindung Diri)
Gunakan APD yang sesuai sebelum mulai bekerja. Kenakan jas laboratorium berbahan katun dengan lengan panjang untuk perlindungan yang lebih baik terhadap panas atau percikan bahan kimia.
Gunakan kacamata pelindung (safety glasses atau goggles) untuk melindungi mata dari percikan. Pilih sarung tangan sesuai jenis bahan kimia yang digunakan, seperti nitrile, latex, neoprene, atau viton.
Pastikan menggunakan sepatu tertutup (hindari sandal atau high heels), ikat rambut panjang agar tidak mengganggu atau terkena bahaya, dan lepaskan perhiasan untuk mencegah risiko tersangkut atau terkontaminasi.
4. Pengecekan Peralatan
Sebelum digunakan, lakukan pengecekan sederhana pada semua peralatan. Pastikan alat gelas dalam kondisi baik dan tidak retak atau pecah.
Periksa fungsi alat seperti hotplate, centrifuge, atau fume hood agar bekerja dengan optimal. Pastikan tabung gas dalam kondisi aman, tidak bocor, dan tertutup dengan baik.
Selain itu, pastikan peralatan darurat seperti eyewash, safety shower, dan APAR dalam kondisi siap digunakan.
5. Persiapan Area Kerja
Pastikan area kerja bersih dan hanya berisi peralatan yang diperlukan. Ventilasi harus memadai, terutama jika bekerja dengan bahan kimia yang mudah menguap atau beracun—gunakan fume hood bila diperlukan.
Siapkan juga peralatan penanganan tumpahan (spill kit) di dekat area kerja. Pastikan jalur evakuasi tidak terhalang dan selalu mudah diakses.
Terakhir, komunikasikan kepada rekan kerja mengenai jenis eksperimen yang akan dilakukan, terutama jika memiliki risiko tinggi, agar semua pihak dapat lebih waspada dan saling menjaga keselamatan.