EDUKASI AKUALITA

Teknisi PAPA: Tugas, Jenis Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut

Penggunaan crane, hoist, forklift, conveyor, dan berbagai peralatan pemindah material sangat membantu proses produksi maupun distribusi. Namun, peralatan tersebut juga memiliki risiko tinggi apabila mengalami kerusakan, digunakan melebihi kapasitas, atau tidak dirawat oleh personel yang kompeten.

Kegagalan komponen pada pesawat angkat dan pesawat angkut dapat menyebabkan beban jatuh, alat terguling, pekerja terjepit, tabrakan, kerusakan fasilitas, hingga kecelakaan kerja fatal. Oleh karena itu, perusahaan tidak hanya membutuhkan operator yang mampu mengoperasikan alat, tetapi juga Teknisi Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut atau Teknisi PAPA yang memahami pemeriksaan, perawatan, perbaikan, dan pengujian fungsi keselamatan peralatan.

Apa Itu Teknisi PAPA?

Teknisi PAPA adalah tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis dalam melakukan pemasangan, pemeriksaan, pemeliharaan, perawatan, serta perbaikan pada pesawat angkat dan pesawat angkut.

Dalam menjalankan pekerjaannya, Teknisi PAPA harus memahami aspek mekanik, listrik, hidraulik, pneumatik, struktur, hingga sistem pengaman yang terdapat pada peralatan.

Keberadaan Teknisi PAPA membantu perusahaan memastikan bahwa setiap peralatan:

  •       berada dalam kondisi layak digunakan;
  •       bekerja sesuai kapasitas yang ditentukan;
  •       memiliki sistem pengaman yang berfungsi;
  •       mendapatkan perawatan secara berkala;
  •       tidak menimbulkan risiko bagi operator maupun pekerja di sekitarnya;
  •       memiliki catatan pemeriksaan dan pemeliharaan yang terdokumentasi.

Teknisi PAPA bukan sekadar mekanik umum. Pekerjaannya berkaitan langsung dengan pengendalian risiko keselamatan pada peralatan yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan beban.

PAPA Terdiri dari Berapa Jenis?

Dalam konteks objek keselamatan dan kesehatan kerja, PAPA terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu:

  1.     Pesawat Angkat
  2.     Pesawat Angkut

Pembagian tersebut didasarkan pada fungsi utama peralatan. Pesawat angkat digunakan untuk mengangkat, menurunkan, menahan, atau mengatur posisi beban. Sementara itu, pesawat angkut digunakan untuk memindahkan barang, material, atau objek dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Perlu dipahami bahwa dua kelompok tersebut masih memiliki berbagai jenis dan model peralatan. Klasifikasi teknisnya dapat disesuaikan dengan konstruksi, fungsi, kapasitas, serta lingkungan penggunaan alat.

1. Pesawat Angkat

Pesawat angkat adalah peralatan yang dirancang untuk mengangkat, menurunkan, menahan, atau memindahkan posisi suatu beban secara vertikal maupun melalui kombinasi gerakan tertentu.

Beberapa contoh pesawat angkat yang umum digunakan di tempat kerja antara lain:

Crane

Crane digunakan untuk mengangkat dan memindahkan beban berat dalam area tertentu. Jenisnya dapat berupa:

  •       mobile crane;
  •       crawler crane;
  •       tower crane;
  •       truck crane;
  •       gantry crane;
  •       portal crane;
  •       jib crane;
  •       overhead travelling crane.

Setiap crane memiliki karakteristik, kapasitas, radius kerja, dan sistem pengaman yang berbeda. Teknisi harus memahami konstruksi dan batas pengoperasian setiap jenis crane.

Hoist

Hoist digunakan untuk menaikkan atau menurunkan beban dengan mekanisme rantai, tali kawat baja, motor listrik, pneumatik, maupun sistem lainnya.

Hoist banyak ditemukan di:

  •       area produksi;
  •       bengkel;
  •       gudang;
  •       workshop;
  •       fasilitas pemeliharaan;
  •       konstruksi.

Chain Block dan Lever Block

Chain block dan lever block merupakan alat angkat yang dioperasikan secara manual untuk mengangkat atau menarik beban.

Meskipun bentuknya lebih sederhana dibandingkan crane, alat ini tetap harus diperiksa secara berkala. Kerusakan pada rantai, hook, pengunci, atau sistem pengereman dapat menyebabkan beban terlepas.

Winch

Winch menggunakan drum dan wire rope untuk menarik atau mengangkat beban. Pemeriksaan umumnya meliputi kondisi wire rope, drum, rem, sambungan, motor, dan sistem kontrol.

Peralatan Angkat Lainnya

Selain peralatan tersebut, perusahaan dapat memiliki peralatan angkat dengan desain khusus sesuai proses produksi. Teknisi tetap perlu memastikan bahwa alat digunakan berdasarkan kapasitas, prosedur, serta rekomendasi dari produsen.

2. Pesawat Angkut

Pesawat angkut adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan barang atau material dari satu tempat ke tempat lain secara horizontal, vertikal, diagonal, maupun kombinasi gerakan.

Contoh pesawat angkut yang banyak ditemukan di tempat kerja meliputi:

Forklift

Forklift digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang dalam jarak tertentu. Peralatan ini banyak digunakan di gudang, kawasan industri, pelabuhan, pusat logistik, dan area produksi.

Pemeriksaan forklift dapat mencakup:

  •       sistem pengereman;
  •       steering;
  •       mast;
  •       fork;
  •       chain;
  •       ban;
  •       lampu dan alarm;
  •       seat belt;
  •       sistem hidraulik;
  •       indikator kapasitas;
  •       overhead guard.

Reach Stacker

Reach stacker digunakan untuk mengangkat dan memindahkan peti kemas. Alat ini umum digunakan di terminal peti kemas, pelabuhan, depo kontainer, dan kawasan logistik.

Karena memiliki kapasitas tinggi dan pusat gravitasi yang dapat berubah, pemeriksaan struktur, spreader, sistem hidraulik, rem, serta perangkat pembatas beban menjadi sangat penting.

Conveyor

Conveyor digunakan untuk memindahkan material atau produk secara terus-menerus. Risiko yang perlu dikendalikan antara lain pekerja terjepit, tersangkut bagian bergerak, material jatuh, serta peralatan menyala secara tidak sengaja saat proses pemeliharaan.

Teknisi perlu memastikan ketersediaan dan fungsi:

  •       emergency stop;
  •       guarding;
  •       sensor;
  •       belt atau roller;
  •       sistem transmisi;
  •       interlock;
  •       perangkat penghenti darurat.

Lift Truck dan Peralatan Angkut Material

Kelompok ini dapat mencakup berbagai kendaraan atau peralatan pemindah material yang digunakan di area perusahaan. Pemeriksaan harus disesuaikan dengan jenis, tenaga penggerak, kapasitas, dan fungsi alat.

Peralatan Angkut Lainnya

Perusahaan juga dapat menggunakan alat angkut khusus berdasarkan kebutuhan proses. Penentuan persyaratan teknis dan personel harus mempertimbangkan klasifikasi peralatan serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

Perbedaan Teknisi PAPA dan Operator PAPA

Teknisi dan operator memiliki tugas yang berbeda meskipun bekerja pada peralatan yang sama.

Operator PAPA bertugas menjalankan atau mengoperasikan peralatan sesuai prosedur kerja aman, kapasitas, dan perintah pengangkatan atau pemindahan.

Sementara itu, Teknisi PAPA berfokus pada kondisi teknis peralatan, meliputi:

  •       pemeriksaan;
  •       perawatan;
  •       pemasangan;
  •       penyetelan;
  •       penggantian komponen;
  •       perbaikan;
  •       pengujian fungsi;
  •       pemeriksaan perangkat keselamatan.

Sebagai contoh, operator forklift melakukan pemeriksaan awal sebelum menggunakan alat. Namun, apabila ditemukan kebocoran hidraulik, kerusakan rem, gangguan pada mast, atau alarm tidak berfungsi, pemeriksaan dan perbaikannya harus ditangani oleh personel teknis yang kompeten.

Dengan demikian, operator bertanggung jawab pada pengoperasian, sedangkan teknisi bertanggung jawab pada keandalan dan kelayakan teknis peralatan.

Tugas dan Tanggung Jawab Teknisi PAPA

Ruang lingkup pekerjaan Teknisi Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut dapat berbeda sesuai jenis peralatan dan kebijakan perusahaan. Namun, secara umum tugasnya meliputi:

Melakukan Pemeriksaan Kondisi Peralatan

Teknisi memeriksa kondisi struktur, komponen mekanik, kelistrikan, hidraulik, pneumatik, sistem pengereman, serta bagian lain yang berkaitan dengan fungsi peralatan.

Memeriksa Sistem Pengaman

Teknisi harus memastikan perangkat keselamatan berfungsi dengan baik, seperti:

  •       limit switch;
  •       emergency stop;
  •       alarm;
  •       rem;
  •       load indicator;
  •       overload protection;
  •       interlock;
  •       safety latch;
  •       perangkat pembatas gerakan.

Sistem pengaman tidak boleh dinonaktifkan hanya untuk mempercepat pekerjaan.

Melakukan Perawatan Berkala

Perawatan berkala bertujuan mencegah kerusakan sebelum menimbulkan gangguan operasional atau kecelakaan kerja.

Kegiatan dapat mencakup pelumasan, penyetelan, pembersihan, pengencangan, penggantian komponen aus, serta pemeriksaan berdasarkan jam kerja alat.

Melakukan Perbaikan

Apabila ditemukan kerusakan, teknisi melakukan perbaikan berdasarkan prosedur, manual produsen, serta standar teknis yang berlaku.

Peralatan tidak boleh dioperasikan kembali sebelum dinyatakan aman dan berfungsi normal.

Mendokumentasikan Pemeriksaan dan Perawatan

Setiap pemeriksaan, perawatan, kerusakan, dan penggantian komponen sebaiknya dicatat dalam logbook atau sistem pemeliharaan perusahaan.

Dokumentasi tersebut membantu perusahaan:

  •       mengetahui riwayat kondisi alat;
  •       merencanakan preventive maintenance;
  •       mengendalikan penggunaan suku cadang;
  •       mempersiapkan pemeriksaan berkala;
  •       menganalisis kerusakan berulang.

Menghentikan Penggunaan Alat yang Tidak Aman

Teknisi perlu menyampaikan rekomendasi penghentian penggunaan apabila ditemukan kondisi yang dapat membahayakan pekerja.

Peralatan baru dapat digunakan kembali setelah diperbaiki, diperiksa, dan dipastikan layak sesuai prosedur perusahaan.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Teknisi PAPA?

Keberadaan Teknisi PAPA tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administratif. Teknisi yang kompeten berperan penting dalam menjaga keselamatan dan keberlangsungan operasi perusahaan.

Mencegah Kegagalan Peralatan

Kerusakan pada wire rope, rem, fork, hook, chain, struktur, sistem hidraulik, maupun perangkat pengaman dapat menyebabkan kecelakaan serius.

Pemeriksaan oleh teknisi membantu menemukan kerusakan sebelum berkembang menjadi kegagalan yang lebih besar.

Mengurangi Risiko Downtime

Kerusakan mendadak dapat menghentikan proses produksi, bongkar muat, konstruksi, atau distribusi.

Program perawatan yang baik membantu perusahaan mengurangi downtime dan meningkatkan kesiapan peralatan.

Menjaga Umur Pakai Peralatan

Pesawat angkat dan pesawat angkut merupakan aset perusahaan dengan nilai investasi yang besar. Pemeliharaan yang tepat membantu menjaga kondisi dan memperpanjang umur pakai peralatan.

Mendukung Kepatuhan K3

Perusahaan memiliki kewajiban memastikan peralatan kerja aman, diperiksa, dirawat, dan ditangani oleh tenaga kerja yang kompeten sesuai ketentuan keselamatan kerja.

Melindungi Operator dan Pekerja di Sekitar Alat

Risiko PAPA tidak hanya dialami operator. Pekerja lain di area operasi juga dapat terkena dampak akibat beban jatuh, alat terguling, tabrakan, atau pergerakan peralatan yang tidak terkendali.

Perusahaan Apa Saja yang Memerlukan Teknisi PAPA?

Teknisi PAPA diperlukan oleh perusahaan yang menggunakan peralatan pengangkatan atau pemindahan material, antara lain:

  •       perusahaan manufaktur;
  •       pergudangan dan pusat logistik;
  •       konstruksi;
  •       pertambangan;
  •       minyak dan gas;
  •       pembangkit listrik;
  •       pelabuhan dan terminal peti kemas;
  •       industri otomotif;
  •       industri kimia;
  •       perusahaan transportasi;
  •       workshop dan fasilitas pemeliharaan;
  •       industri baja;
  •       industri makanan dan minuman;
  •       perusahaan penyewaan alat berat;
  •       fasilitas produksi lainnya.

Kebutuhannya perlu disesuaikan dengan jumlah peralatan, tingkat risiko, frekuensi penggunaan, jenis alat, dan struktur organisasi perusahaan.

Materi Pelatihan Teknisi PAPA

Pelatihan Teknisi Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut umumnya membahas kompetensi yang berkaitan dengan:

  •       dasar-dasar K3;
  •       peraturan K3 pesawat angkat dan pesawat angkut;
  •       klasifikasi dan konstruksi PAPA;
  •       komponen mekanik dan struktur;
  •       sistem kelistrikan;
  •       sistem hidraulik dan pneumatik;
  •       perangkat pengaman;
  •       pemeriksaan dan pengujian fungsi;
  •       preventive maintenance;
  •       corrective maintenance;
  •       analisis kerusakan;
  •       prosedur isolasi energi;
  •       pengendalian risiko saat perawatan;
  •       pencatatan dan pelaporan;
  •       praktik pemeriksaan peralatan.

Materi dan persyaratan peserta dapat disesuaikan dengan program pelatihan, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta ketentuan yang berlaku.

Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi PAPA di AKUALITA

AKUALITA menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi tenaga teknis yang menangani pemeriksaan, perawatan, dan perbaikan PAPA.

Program dapat dilaksanakan melalui:

  •       kelas reguler;
  •       in-house training;
  •       pelaksanaan sesuai kebutuhan perusahaan;
  •       pelatihan teori dan praktik;
  •       pendampingan pemberkasan peserta.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami konstruksi peralatan, mengenali potensi kerusakan, memeriksa fungsi perangkat keselamatan, serta melakukan pemeliharaan berdasarkan prosedur kerja aman.

Pastikan pesawat angkat dan pesawat angkut di perusahaan tidak hanya dapat beroperasi, tetapi juga diperiksa dan dirawat oleh tenaga kerja yang kompeten.

Daftarkan tim perusahaan Anda dalam Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi PAPA bersama AKUALITA.

Hubungi Customer Service AKUALITA untuk memperoleh informasi mengenai jadwal, persyaratan peserta, durasi pelatihan, biaya, serta pilihan pelaksanaan reguler maupun in-house training.

#KompetenBersamaAkualita

Referensi

  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.
  • Manual pengoperasian dan pemeliharaan peralatan dari produsen.

Ketentuan teknis, persyaratan peserta, serta administrasi pelatihan perlu disesuaikan kembali dengan regulasi dan kebijakan resmi yang berlaku.

FAQ

Dalam konteks objek K3, PAPA terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu pesawat angkat dan pesawat angkut. Namun, di dalam kedua kelompok tersebut terdapat berbagai jenis peralatan seperti crane, hoist, forklift, reach stacker, dan conveyor.

PAPA merupakan singkatan dari Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.

Teknisi PAPA bertugas melakukan pemasangan, pemeriksaan, pemeliharaan, perawatan, penyetelan, dan perbaikan pesawat angkat maupun pesawat angkut. Teknisi juga memastikan perangkat pengaman alat berfungsi dengan baik.

Operator bertugas mengoperasikan peralatan. Teknisi bertugas memastikan kondisi teknis, keandalan, dan sistem keselamatan peralatan tetap berfungsi.

Ya. Forklift merupakan salah satu peralatan yang digunakan untuk mengangkat sekaligus memindahkan material dalam jarak tertentu dan termasuk kelompok pesawat angkut dalam penerapan K3 di tempat kerja.

Ya. Crane merupakan pesawat angkat yang digunakan untuk mengangkat, menurunkan, dan memindahkan beban sesuai kapasitas serta radius kerja yang ditentukan.

Pelatihan ini relevan bagi teknisi maintenance, mekanik, teknisi alat berat, teknisi crane atau forklift, personel engineering, serta pekerja yang diberi tanggung jawab melakukan perawatan pesawat angkat dan pesawat angkut.

Tidak sepenuhnya sama. Teknisi PAPA perlu memahami aspek teknis sekaligus persyaratan K3, pemeriksaan perangkat keselamatan, batas kapasitas alat, dokumentasi pemeliharaan, dan pengendalian risiko saat melakukan perbaikan.

Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi PAPA dapat diikuti melalui AKUALITA dengan pilihan kelas reguler maupun in-house training sesuai kebutuhan perusahaan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Picture of Hana Nuriy, SKM, MOHSSc

Hana Nuriy, SKM, MOHSSc

PT Adhikriya Kualita Utama (AKUALITA) adalah Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) resmi yang menyelenggarakan pelatihan sertifikasi Ahli K3 Umum dari Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan) dan sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). 

AKUALITA juga menyediakan layanan konsultasi K3 yang mencakup keselamatan kerja, kesehatan kerja, lingkungan kerja, serta peningkatan sistem manajemen mutu di berbagai sektor industri.

Live Chat
Hubungi Customer Support kami untuk pertanyaan lebih lanjut
(Customer Support)
(Customer Support)
(Customer Support)
BNSP, Migas, dan Non Sertifikasi
Pelatihan & Sertifikasi Kemnaker
(Kritik dan Saran)
BNSP dan Non Sertifikasi
Live Chat
Hubungi Customer Support kami untuk pertanyaan lebih lanjut
(Customer Support)
(Customer Support)
(Customer Support)
BNSP, Migas, dan Non Sertifikasi
Pelatihan & Sertifikasi Kemnaker
(Kritik dan Saran)
BNSP dan Non Sertifikasi