EDUKASI AKUALITA

Cara Menghitung Kebutuhan Kotak P3K di Tempat Kerja

Ketentuan dan contoh berbagai skenario

Kotak P3K sudah tersedia di perusahaan, tetapi apakah jumlah dan penempatannya sudah sesuai?

Cara menghitung kebutuhan kotak P3K di tempat kerja perlu memperhatikan jumlah pekerja pada setiap unit kerja, jenis kotak, serta pembagian lokasi dan lantai. Karena itu, dua perusahaan dengan jumlah pekerja yang sama bisa membutuhkan susunan kotak P3K yang berbeda.

Artikel ini membahas dasar perhitungan dan contoh penerapannya untuk kantor, pabrik, gudang, gedung bertingkat, hingga tempat kerja dengan sistem shift.

Dasar Hukum Kotak P3K di Tempat Kerja

Ketentuan utama mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja. Pada saat penelusuran, JDIH Kementerian Ketenagakerjaan mencantumkan peraturan tersebut berstatus berlaku. 

Bagian yang menjadi rujukan perhitungan meliputi:

  •       Pasal 10: persyaratan dan penempatan kotak P3K.
  •       Lampiran II: isi kotak P3K tipe A, B, dan C.
  •       Lampiran III: jumlah pekerja, jenis kotak, dan jumlah kotak P3K untuk setiap unit kerja.

Perhitungan kotak P3K perlu dibedakan dari perhitungan petugas P3K. Rasio petugas diatur tersendiri dalam Lampiran I dengan mempertimbangkan jumlah pekerja dan potensi bahaya.

Tabel Kebutuhan Kotak P3K Berdasarkan Jumlah Pekerja

Berikut pilihan yang tercantum dalam Lampiran III:

Jumlah pekerja per unit kerja Pilihan penyediaan kotak P3K
Kurang dari 26 orang 1 kotak A
26–50 orang 1 kotak B atau 2 kotak A
51–100 orang 1 kotak C; atau 2 kotak B; atau 4 kotak A; atau 1 kotak B dan 2 kotak A
Lebih dari 100 orang Setiap 100 pekerja: 1 kotak C; atau 2 kotak B; atau 4 kotak A; atau 1 kotak B dan 2 kotak A

Tabel tersebut mengatur kebutuhan untuk setiap satu unit kerja, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan pembagian lokasi kerja.

Jangan Hanya Menjumlahkan Kapasitas Kotak

Lampiran II mencantumkan kotak A untuk 25 pekerja atau kurang, kotak B untuk 50 pekerja atau kurang, dan kotak C untuk 100 pekerja atau kurang. Namun, pemilihan kombinasinya tetap perlu mengikuti Lampiran III.

Contohnya, untuk 60 pekerja, penjumlahan kapasitas dapat menghasilkan:

1 kotak B + 1 kotak A = kapasitas nominal 75 pekerja.

Akan tetapi, kombinasi tersebut tidak tercantum sebagai pilihan untuk kelompok 51–100 pekerja. Pilihan yang secara eksplisit disebutkan adalah 1 C, 2 B, 4 A, atau 1 B + 2 A.

Karena itu, rumus “jumlah pekerja dibagi 25” tidak bisa digunakan sebagai rumus universal untuk semua kebutuhan kotak P3K.

Langkah Menghitung Kebutuhan Kotak P3K

1 Petakan unit kerja dan lokasinya

Buat daftar kantor, ruang produksi, gudang, workshop, serta area kerja lain. Catat jumlah pekerja, lantai, jarak antarunit, dan akses menuju lokasi kotak.

Pasal 10 mengatur bahwa:

  • Unit kerja yang berjarak 500 meter atau lebih harus memiliki kotak P3K masing-masing sesuai jumlah pekerjanya.
  • Unit kerja pada lantai berbeda dalam gedung bertingkat harus memiliki kotak P3K masing-masing sesuai jumlah pekerjanya.

Artinya, satu kotak berkapasitas besar di kantor pusat belum tentu memenuhi kebutuhan seluruh area kerja.

2 Catat jumlah pekerja pada setiap unit

Gunakan data tenaga kerja yang jelas dan mutakhir. Untuk perencanaan operasional, identifikasi pula pekerja kontraktor atau tenaga tambahan yang perlu dilayani agar tidak ada kelompok yang terlewat.

Bila terdapat sistem shift, catat jumlah pekerja total dan pembagiannya per shift. Data ini juga diperlukan untuk memastikan petugas P3K tersedia selama kegiatan kerja berlangsung.

3 Pilih kombinasi sesuai tabel

Untuk unit dengan maksimal 100 pekerja, gunakan kelompok jumlah pekerja pada Lampiran III.

Untuk unit dengan lebih dari 100 pekerja, pendekatan perencanaan yang konservatif dan mudah diterapkan adalah menggunakan kelompok 100 pekerja, dengan sisa pekerja dibulatkan ke atas menjadi satu kelompok.

Jika seluruhnya menggunakan kotak C:

Jumlah kotak C = jumlah pekerja ÷ 100, kemudian dibulatkan ke atas.

Contoh: 230 ÷ 100 = 2,3, sehingga direncanakan 3 kotak C.

Pembulatan ini merupakan pendekatan perencanaan agar sisa pekerja tetap tercakup; bukan rumus tertulis secara harfiah dalam peraturan.

4 Periksa penempatan dan kelengkapan

Setelah jumlahnya ditentukan, pastikan kotak mudah terlihat, dijangkau, dan dibawa saat diperlukan. Isi setiap kotak harus sesuai jenisnya berdasarkan Lampiran II.

Kotak bertuliskan “tipe C” dengan isi yang tidak lengkap belum memenuhi kebutuhan hanya karena ukuran atau labelnya sesuai.

Contoh Perhitungan Kebutuhan Kotak P3K

Contoh berikut merupakan simulasi. Jumlah yang disebutkan adalah pilihan penyediaan berdasarkan asumsi kondisi masing-masing.

Skenario 1 Kantor dengan 20 Pekerja

Kondisi:

  •       Satu unit kerja.
  •       Seluruh pekerja berada di satu lantai.
  •       Tidak ada area kerja terpisah yang memerlukan perhitungan tersendiri.

Perhitungan: 20 pekerja termasuk kelompok kurang dari 26 orang.

Kebutuhan: 1 kotak A.

Letakkan kotak di titik yang diketahui pekerja dan mudah diakses selama jam operasional.

Skenario 2 Gudang dengan 40 Pekerja

Kondisi:

  •       Satu unit gudang.
  •       Terdapat 40 pekerja.

Perhitungan: 40 pekerja termasuk kelompok 26–50 orang.

Pilihan: 1 kotak B atau 2 kotak A.

Apabila gudang memiliki dua area aktivitas yang berjauhan, dua kotak A dapat membantu mendekatkan perlengkapan kepada pekerja. Penentuan titik tetap perlu mempertimbangkan akses dan kondisi area.

Skenario 3 Area Produksi dengan 75 Pekerja

Kondisi:

  •       Satu unit produksi.
  •       Terdapat 75 pekerja.

Perhitungan: 75 pekerja termasuk kelompok 51–100 orang.

Pilihan: 1 kotak C, 2 kotak B, 4 kotak A, atau 1 kotak B + 2 kotak A.

Penggunaan beberapa kotak yang lebih kecil dapat dipertimbangkan untuk memperbaiki jangkauan. Masing-masing kotak tetap harus memiliki isi lengkap sesuai tipenya.

Skenario 4 Jumlah Pekerja Bertambah dari 50 Menjadi 51 Orang

Sebelumnya, unit kerja dengan 50 pekerja menyediakan 1 kotak B.

Ketika pekerja bertambah menjadi 51 orang, unit tersebut masuk ke kelompok 51–100 pekerja.

Pilihan penyesuaian:

  •       Mengganti konfigurasi menjadi 1 kotak C.
  •       Menambahkan 1 kotak B sehingga menjadi 2 kotak B.
  •       Menambahkan 2 kotak A sehingga menjadi 1 kotak B + 2 kotak A.
  •       Menyediakan total 4 kotak A.

Contoh ini menunjukkan pentingnya mengevaluasi kebutuhan P3K ketika jumlah tenaga kerja berubah.

Skenario 5 Pabrik dengan 230 Pekerja dalam Satu Unit

Kondisi:

  •       Seluruh pekerja berada dalam satu unit kerja yang diperhitungkan.
  •       Tidak ada pembagian lantai atau unit jauh yang memerlukan perhitungan terpisah.

Dengan pendekatan kelompok 100 pekerja:

230 ÷ 100 = 2,3 → dibulatkan menjadi 3 kelompok.

Pilihan perencanaan: 3 kotak C.

Alternatifnya dapat menggunakan 6 kotak B atau 12 kotak A, mengikuti penggandaan pilihan per kelompok pada Lampiran III.

Susunan ini tidak berarti ketiga kotak harus diletakkan berdampingan. Sebarkan berdasarkan lokasi aktivitas dan kemudahan akses.

Skenario 6 Gedung Tiga Lantai dengan Total 90 Pekerja

Pembagian pekerja:

Lokasi Jumlah pekerja Salah satu pilihan
Lantai 1 20 orang 1 kotak A
Lantai 2 30 orang 1 kotak B
Lantai 3 40 orang 1 kotak B
Total 90 orang 1 kotak A + 2 kotak B

Meskipun jumlah keseluruhan hanya 90 orang, satu kotak C di lantai dasar tidak menggantikan kebutuhan kotak pada unit di lantai lain.

Perhitungan dilakukan berdasarkan pekerja pada masing-masing unit di lantai berbeda, sesuai ketentuan penempatan Pasal 10.

Skenario 7 Kantor dan Workshop Berjarak 600 Meter

Kondisi:

  •       Kantor: 20 pekerja.
  •       Workshop: 45 pekerja.
  •       Jarak antarunit: 600 meter.
Unit kerja Jumlah pekerja Salah satu pilihan
Kantor 20 orang 1 kotak A
Workshop 45 orang 1 kotak B
Total 65 orang 1 kotak A + 1 kotak B

Kombinasi ini berbeda dari kasus 65 pekerja dalam satu unit. Pada contoh ini, setiap kotak melayani unitnya masing-masing dan setiap unit telah mengikuti kelompok jumlah pekerjanya.

Karena jaraknya minimal 500 meter, kebutuhan kedua unit tidak dipusatkan pada satu lokasi.

Skenario 8 Pabrik dengan 180 Pekerja dalam Tiga Shift

Kondisi:

  •       Satu unit kerja.
  •       Total 180 pekerja.
  •       Setiap shift terdiri dari 60 pekerja.

Lampiran III menggunakan jumlah pekerja per unit kerja dan tidak secara eksplisit menyatakan bahwa jumlah tersebut boleh diganti dengan jumlah pekerja pada shift terbesar.

Karena itu, untuk contoh perencanaan konservatif ini, digunakan total 180 pekerja, sehingga disediakan 2 kotak C.

Kotak yang sama dapat tetap tersedia untuk digunakan antarsift; jumlah kotak tidak otomatis dikalikan tiga. Namun, akses dan kelengkapan isinya harus terjaga sepanjang operasional.

Secara terpisah, Pasal 5 mewajibkan pengaturan ketersediaan petugas P3K pada jadwal kerja shift. Keberadaan petugas pada shift pagi saja tidak mencakup kebutuhan shift lainnya.

Skenario 9 Unit Berpotensi Bahaya Tinggi dengan 35 Pekerja

Kondisi:

  •       Satu unit kerja.
  •       Terdapat 35 pekerja.
  •       Hasil identifikasi bahaya menunjukkan potensi bahaya tinggi.

Berdasarkan jumlah pekerja:

Pilihan kotak: 1 kotak B atau 2 kotak A.

Potensi bahaya tinggi tidak otomatis mengubah tipe kotak menjadi C. Akan tetapi, terdapat kebutuhan fasilitas lain yang harus diperhatikan.

Pasal 9 mengatur kewajiban ruang P3K untuk tempat kerja dengan kurang dari 100 pekerja yang memiliki potensi bahaya tinggi. Pasal 8 juga mengatur fasilitas tambahan untuk bahaya khusus, termasuk perlengkapan pembasahan tubuh cepat dan pembilasan mata sesuai kebutuhan bahaya.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Menghitung berdasarkan total perusahaan saja. Pembagian unit, lantai, dan jarak dapat mengubah kebutuhan.
  • Menggunakan penjumlahan kapasitas tanpa memeriksa tabel. Kombinasi kotak perlu mengikuti pilihan Lampiran III.
  • Menganggap kotak A, B, dan C sebagai kategori bahaya rendah, sedang, dan tinggi. Pengelompokan kotak dalam lampiran didasarkan pada jumlah pekerja.
  • Menganggap 500 meter sebagai jarak ideal antarkotak. Angka tersebut merupakan ketentuan untuk unit kerja terpisah, bukan rekomendasi jarak akses pertolongan.
  • Menghitung kotak yang isinya tidak lengkap sebagai fasilitas siap pakai. Jumlah kotak dan kesesuaian isinya harus diperiksa bersama.
  • Tidak meninjau kebutuhan setelah perubahan operasional. Penambahan pekerja, lantai, atau area kerja perlu diikuti evaluasi fasilitas.

Siapkan Fasilitas dan Petugas P3K di Perusahaan

Perhitungan kotak P3K membantu perusahaan menentukan jumlah, jenis, dan lokasi perlengkapan yang diperlukan. Kesiapan tersebut perlu didukung petugas yang mampu memberikan pertolongan pertama sesuai kompetensinya.

Tingkatkan kesiapan tim melalui Pelatihan dan Sertifikasi Petugas P3K Kemnaker RI bersama AKUALITA. Konsultasikan kebutuhan pelatihan reguler maupun In House Training untuk perusahaan Anda.

Daftar Pustaka

1. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Peraturan Menteri Nomor PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja, khususnya Pasal 2, Pasal 5, Pasal 8–10, serta Lampiran II dan III.

https://jdih.kemnaker.go.id/asset/data_puu/PER_15_08.pdf

2. JDIH Kementerian Ketenagakerjaan. Informasi dan status Permenaker Nomor PER.15/MEN/VIII/2008.

https://jdih.kemnaker.go.id/peraturan/detail/193/peraturan-menteri-tenaga-kerja-dan-transmigrasi-nomor-15-tahun-2008

FAQ

Ya. Lampiran III mencantumkan 1 kotak A untuk kelompok kurang dari 26 pekerja.

Untuk satu unit kerja, 1 kotak C merupakan salah satu pilihan pada tabel. Jika pekerja tersebar di lantai berbeda atau unit berjarak minimal 500 meter, perhitungannya harus memperhatikan masing-masing lokasi.

Jarak di bawah 500 meter tidak otomatis menjamin satu titik sudah memadai. Tetap evaluasi kemudahan akses, pembagian unit, hambatan fisik, dan jumlah pekerja. Penambahan titik dapat menjadi hasil evaluasi kebutuhan operasional.

Tidak. Pasal 2 mengatur kewajiban penyediaan petugas dan fasilitas P3K. Keduanya perlu dipenuhi; perhitungan jumlahnya menggunakan ketentuan yang berbeda.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Live Chat
Hubungi Customer Support kami untuk pertanyaan lebih lanjut
(Customer Support)
(Customer Support)
(Customer Support)
Bidang BNSP - Non Sertifikasi
Bidang Kemnaker
Bidang PPSDM Migas
(Customer Support)
Kritik dan Saran
Live Chat
Hubungi Customer Support kami untuk pertanyaan lebih lanjut
(Customer Support)
(Customer Support)
(Customer Support)
Bidang BNSP - Non Sertifikasi
Bidang Kemnaker
Bidang PPSDM Migas
(Customer Support)
Kritik dan Saran