Sifat fisik dan kimia fluida pemboran (density, viscosity, gel strength, filtrate loss, rheology).
Komposisi bahan aditif dan fungsinya.
Pengendalian solid dan tekanan formasi.
Sistem sirkulasi lumpur dan peralatan pendukung.
Pengelolaan limbah dan aspek K3LH dalam penanganan drilling fluid.
b. Diskusi
Permasalahan lost circulation, mud contamination, dan wellbore instability.
Strategi pemilihan jenis lumpur berdasarkan kondisi formasi.
Evaluasi hasil uji laboratorium dan tindakan korektif di lapangan.
Simulasi pengambilan keputusan teknis dalam operasi pemboran.
c. Studi Kasus
Studi kasus kegagalan operasi akibat pemilihan fluida yang tidak sesuai formasi.
Simulasi perhitungan sifat lumpur (mud weight, viscosity, yield point).
Analisis data hasil mud check dan penyesuaian komposisi fluida.
Studi kasus pencemaran lingkungan akibat pengelolaan lumpur bor yang tidak sesuai standar.
Simulasi troubleshooting terhadap mud system problem (foaming, solids buildup, loss circulation).
d. Asesmen / Uji Kompentensi
Dilaksanakan oleh asesor BNSP sesuai skema sertifikasi.
Bentuk Asesmen : tes tertulis, wawancara, dan berbagai bentuk penugasan lain dari asesor.
Penilaian akhir sebagai dasar kelulusan dan penerbitan sertifikat.
Dari Fasilitas Pelatihan & Sertifikasi Peserta Akan Mendapatkan
Intruktur Yang Berpengalaman Pada Bidangnya (Lebih Dari 5 Tahun)
Fasilitas Ruang Pelatihan Yang Nyaman
Coffee Break Serta Snack 2x (Pagi dan Sore)
Makan Siang
Transportasi Lokal
Sertifikat Pelatihan Akualita (SKA)
Sertifikat Resmi dari BNSP
KIT Pelatihan serta Hard Copy atau Soft Coppy Modul Pelatihan
Sertifikasi Fluida Pemboran BNSP adalah program pelatihan dan uji kompetensi yang dirancang untuk memastikan tenaga kerja di sektor minyak dan gas bumi memiliki kemampuan teknis dan pengetahuan sesuai standar nasional dalam pengelolaan drilling fluid (fluida pemboran). Fluida pemboran berperan penting dalam proses pengeboran sumur migas—berfungsi untuk mendinginkan mata bor, mengangkat serbuk bor, menahan tekanan formasi, serta melindungi dinding sumur. Karena itu, tenaga kerja yang menangani fluida ini harus kompeten, teliti, dan memahami aspek teknis serta keselamatan kerja (K3LH) di lapangan.
Dasar Hukum :
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
PP No. 23 Tahun 2004 tentang BNSP
Permen ESDM No. 5 Tahun 2021 tentang Standar Kompetensi Kerja sektor ESDM
Permenaker No. 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Kerja
SKKNI Migas Subbidang Pemboran sebagai acuan teknis sertifikasi
Pelatihan dan Sertifikasi Fluida Pemboran BNSP Untuk Siapa Saja?
Operator boiler yang menjalankan dan mengendalikan sistem uap.
Teknisi dan mekanik yang menangani perawatan dan perbaikan boiler.
Supervisor dan engineer plant yang bertanggung jawab atas efisiensi dan keselamatan operasional.
Petugas K3 yang mengawasi penerapan sistem keselamatan kerja.
Fresh graduate teknik yang ingin menambah kompetensi dan sertifikat resmi BNSP.