Kegiatan AKUALITA

Training & Workshop QHSE Management System di Udinus

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menjadi lokasi pelaksanaan Training and Workshop QHSE Management System yang membahas penerapan Integrated Management System (IMS) dalam pengelolaan sistem manajemen organisasi. Kegiatan ini membahas integrasi beberapa standar dan sistem manajemen yang meliputi ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012.

Kegiatan training dan workshop ini memberikan pemahaman mengenai bagaimana berbagai sistem manajemen dapat diterapkan secara terintegrasi sehingga proses pengelolaan mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja dapat berjalan secara lebih terarah dan konsisten.

Mengenal Integrated Management System

Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah Integrated Management System (IMS). IMS merupakan pendekatan sistem manajemen terpadu yang menggabungkan dua atau lebih standar manajemen ke dalam satu kerangka kerja yang saling terhubung.

Melalui pendekatan tersebut, organisasi dapat mengelola berbagai persyaratan sistem manajemen secara lebih terkoordinasi. Integrasi juga dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menjaga konsistensi proses dan dokumentasi, serta mengurangi potensi terjadinya duplikasi dalam penerapan sistem manajemen.

Dalam penerapannya, integrasi sistem manajemen tidak hanya berkaitan dengan penyatuan dokumen, tetapi juga bagaimana proses, risiko, sasaran, pengendalian, serta evaluasi kinerja dari masing-masing sistem dapat dikelola secara selaras.

Pembahasan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001

Pada sesi ISO 9001, peserta mendapatkan pembahasan mengenai sistem manajemen mutu dan berbagai elemen yang mendukung penerapannya dalam organisasi.

Materi mencakup pemahaman mengenai konteks organisasi dan pihak berkepentingan sebagai bagian dari proses perencanaan sistem manajemen. Peserta juga mempelajari identifikasi risiko dan peluang yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.

Selain itu, pembahasan mencakup penyusunan register risiko sebagai salah satu alat untuk mendokumentasikan dan memantau risiko. Peserta juga diperkenalkan dengan Training Needs Analysis (TNA) untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan pelatihan berdasarkan kompetensi yang diperlukan dalam organisasi.

Melalui materi tersebut, peserta diharapkan dapat memahami bahwa sistem manajemen mutu tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mencakup pengelolaan proses secara sistematis untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi.

Sistem Manajemen Lingkungan Berdasarkan ISO 14001

Materi berikutnya membahas ISO 14001 yang berfokus pada sistem manajemen lingkungan. Pembahasan diarahkan pada bagaimana organisasi dapat mengidentifikasi dan mengendalikan aspek lingkungan yang muncul dari aktivitas, produk, maupun layanan.

Peserta mempelajari proses identifikasi aspek dan dampak lingkungan, termasuk penentuan aspek lingkungan yang signifikan. Selain itu, materi mencakup kewajiban kepatuhan, penetapan sasaran dan program lingkungan, serta pengendalian operasional.

Pembahasan juga mengaitkan aspek lingkungan dengan risiko dan peluang organisasi. Dengan memahami keterkaitan tersebut, pengelolaan lingkungan dapat dilakukan secara lebih terencana dan tidak berdiri sendiri dari proses manajemen organisasi secara keseluruhan.

Pada sesi ini, peserta juga mendapatkan studi kasus yang mengarahkan mereka untuk mengidentifikasi proses dan isu lingkungan. Hasil identifikasi kemudian dikembangkan ke dalam penyusunan register aspek, program lingkungan, serta pengendalian operasional.

Penerapan ISO 45001 untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dibahas melalui ISO 45001:2018. Materi memberikan pemahaman mengenai proses identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta pengendalian risiko yang berkaitan dengan aktivitas organisasi.

Pembahasan juga mencakup penetapan sasaran dan program K3 serta pengendalian operasional sebagai bagian dari upaya mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja.

Dalam penerapannya, peserta diperkenalkan dengan penyusunan HIRADC/IBPR dan Job Safety Analysis (JSA). Kedua alat tersebut digunakan untuk membantu proses identifikasi bahaya dan pengendalian risiko dalam aktivitas pekerjaan.

Melalui materi ini, peserta dapat memahami pentingnya pendekatan yang sistematis dalam mengidentifikasi potensi bahaya serta menentukan langkah pengendalian yang sesuai dengan kondisi dan aktivitas organisasi.

Pembahasan SMK3 Berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012

Selain standar ISO, kegiatan juga membahas Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012.

Materi memberikan pemahaman mengenai perbedaan antara SMK3 dan ISO 45001, termasuk karakteristik serta pendekatan masing-masing sistem. Peserta juga mempelajari elemen dan kriteria SMK3 sebagai dasar dalam penerapan dan evaluasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Pembahasan dilanjutkan dengan penyusunan matriks pemenuhan dokumen dan checklist audit internal SMK3. Melalui materi tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai bagaimana pemenuhan persyaratan dapat didokumentasikan dan digunakan sebagai bagian dari proses evaluasi sistem.

Training Dilengkapi Latihan dan Studi Kasus

Training dan workshop tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara teoritis. Peserta juga diberikan latihan dan studi kasus untuk membantu menghubungkan konsep yang dipelajari dengan penerapannya dalam sistem manajemen.

Pada sesi ISO 14001, misalnya, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi proses dan isu lingkungan berdasarkan studi kasus yang diberikan. Hasil identifikasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi register aspek, program lingkungan, dan bentuk pengendalian operasional.

Sementara pada sesi SMK3, peserta berlatih menyusun matriks pemenuhan dokumen dan checklist audit internal. Latihan mencakup penyusunan pertanyaan audit berdasarkan kriteria yang digunakan, penentuan bukti objektif, serta pemahaman mengenai metode dan hasil audit.

Pendekatan melalui latihan dan studi kasus tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya memahami persyaratan sistem manajemen, tetapi juga mempraktikkan cara mengolah informasi dan menyusunnya ke dalam dokumen maupun alat bantu yang relevan.

Mendorong Penerapan Sistem Manajemen yang Terintegrasi

Melalui Training & Workshop QHSE Management System, peserta diharapkan dapat memahami keterkaitan antara sistem manajemen mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan Integrated Management System yang mampu menghubungkan berbagai persyaratan ke dalam proses organisasi secara lebih terpadu.

Penerapan pendekatan IMS dapat mendukung organisasi dalam mengelola proses secara lebih konsisten, meningkatkan efisiensi, serta mengurangi pengulangan dalam penerapan sistem manajemen. Integrasi juga dapat membantu organisasi melihat hubungan antara risiko, sasaran, pengendalian, dokumentasi, dan peningkatan kinerja dari berbagai aspek secara menyeluruh.

Dengan pemahaman terhadap ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, dan SMK3, peserta diharapkan memiliki dasar yang lebih baik untuk mendukung penerapan sistem manajemen yang terstruktur dan berkelanjutan.

Kegiatan Training and Workshop QHSE Management System menjadi salah satu bentuk pembelajaran mengenai pentingnya integrasi sistem manajemen dalam mendukung pengelolaan mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja secara lebih efektif dan berkesinambungan.

Live Chat
Hubungi Customer Support kami untuk pertanyaan lebih lanjut
(Customer Support)
(Customer Support)
(Customer Support)
BNSP, Migas, dan Non Sertifikasi
Pelatihan & Sertifikasi Kemnaker
(Kritik dan Saran)
BNSP dan Non Sertifikasi
Live Chat
Hubungi Customer Support kami untuk pertanyaan lebih lanjut
(Customer Support)
(Customer Support)
(Customer Support)
BNSP, Migas, dan Non Sertifikasi
Pelatihan & Sertifikasi Kemnaker
(Kritik dan Saran)
BNSP dan Non Sertifikasi