EDUKASI AKUALITA

Authorized Gas Tester (AGT): Peran, Kompetensi, dan Sertifikasi BNSP

Pekerjaan di confined space, area migas, tangki, vessel, pit, sewer, maupun area dengan potensi atmosfer berbahaya tidak dapat hanya mengandalkan kondisi yang terlihat secara kasat mata.

Suatu area bisa terlihat normal, tetapi atmosfer di dalamnya dapat mengalami kekurangan oksigen, mengandung gas beracun, maupun memiliki konsentrasi gas atau uap mudah terbakar.

Karena itu, sebelum pekerjaan berisiko dilakukan, diperlukan pengujian atmosfer oleh personel yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan.

Salah satu kompetensi yang dikenal di industri adalah Authorized Gas Tester (AGT).

Authorized Gas Tester berperan dalam melakukan pengujian atmosfer kerja menggunakan gas detector serta menginterpretasikan hasil pengukuran sebagai bagian dari pengendalian risiko pekerjaan.

Lalu, apa sebenarnya tugas Authorized Gas Tester? Apa saja yang diperiksa? Dan apa perbedaan AGT BNSP dengan program kompetensi di sektor migas seperti PPSDM Migas?

Apa Itu Authorized Gas Tester?

Authorized Gas Tester atau AGT adalah personel yang memiliki kompetensi untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian kondisi atmosfer pada area kerja tertentu.

Gas testing dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kondisi atmosfer yang berpotensi membahayakan pekerja sebelum maupun selama pekerjaan dilaksanakan.

Dalam praktiknya, seorang Authorized Gas Tester bukan sekadar personel yang menyalakan gas detector kemudian membaca angka yang muncul.

AGT perlu memahami beberapa aspek penting, antara lain:

  •       karakteristik atmosfer berbahaya;
  •       prinsip penggunaan gas detector;
  •       pemeriksaan kesiapan alat;
  •       teknik pengujian atmosfer;
  •       lokasi pengambilan sampel;
  •       interpretasi hasil pengukuran;
  •       perubahan kondisi atmosfer selama pekerjaan;
  •       prosedur keselamatan kerja;
  •       tindakan apabila ditemukan kondisi yang tidak aman.

Dengan demikian, kompetensi seorang gas tester menjadi bagian penting dalam proses pengendalian risiko sebelum pekerjaan dilakukan.

Apa yang Diperiksa oleh Authorized Gas Tester?

Pengujian atmosfer kerja pada umumnya mencakup beberapa parameter utama, tergantung karakteristik pekerjaan dan potensi bahaya pada area tersebut.

1. Kadar Oksigen

Oksigen merupakan salah satu parameter penting dalam gas testing.

Kondisi atmosfer dengan konsentrasi oksigen yang terlalu rendah dapat menimbulkan risiko serius terhadap pekerja.

Sementara itu, kondisi atmosfer dengan konsentrasi oksigen terlalu tinggi dapat meningkatkan potensi kebakaran.

Karena itu, kondisi oksigen perlu diketahui sebelum seseorang memasuki atau melakukan aktivitas pada area yang memiliki potensi bahaya atmosfer.

2. Gas atau Uap Mudah Terbakar

Pengujian juga dilakukan untuk mengetahui keberadaan gas maupun uap yang mudah terbakar.

Salah satu istilah yang sering ditemukan dalam gas testing adalah LEL atau Lower Explosive Limit.

LEL menggambarkan batas bawah konsentrasi gas atau uap mudah terbakar yang dapat terbakar apabila terdapat sumber penyalaan dan kondisi lainnya terpenuhi.

Pengujian terhadap potensi atmosfer mudah terbakar menjadi sangat penting sebelum pekerjaan seperti:

  •       welding;
  •       cutting;
  •       grinding;
  •       maintenance;
  •       pembukaan vessel;
  •       pekerjaan panas atau hot work;
  •       pekerjaan di confined space.

3. Gas Beracun

Atmosfer kerja juga dapat mengandung gas atau zat berbahaya yang tidak selalu dapat dikenali hanya dengan penglihatan maupun penciuman.

Beberapa parameter yang sering menjadi perhatian dalam pekerjaan industri antara lain:

Hydrogen Sulfide (H₂S)
H₂S dapat ditemukan pada kondisi atau proses industri tertentu, termasuk sektor minyak dan gas, wastewater, serta area tertutup tertentu.

Carbon Monoxide (CO)
CO merupakan gas beracun yang dapat muncul akibat proses pembakaran tidak sempurna.

Selain H₂S dan CO, parameter gas yang perlu diuji harus ditentukan berdasarkan proses kerja, material, lokasi, dan hasil identifikasi bahaya.

Karena itu, gas testing yang baik selalu dimulai dengan memahami potensi bahaya atmosfer yang mungkin terdapat pada area kerja.

Mengapa Gas Testing Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan?

Salah satu kesalahpahaman dalam gas testing adalah menganggap bahwa satu kali pengukuran sudah cukup untuk menyatakan suatu area aman.

Padahal kondisi atmosfer dapat berubah selama pekerjaan berlangsung.

Perubahan tersebut dapat terjadi akibat:

  •       kebocoran proses;
  •       masuknya gas dari instalasi lain;
  •       aktivitas welding atau cutting;
  •       penggunaan bahan kimia;
  •       perubahan ventilasi;
  •       pelepasan residu dari dalam tangki atau vessel;
  •       pekerjaan lain yang dilakukan di sekitar area.

Selain itu, gas memiliki karakteristik yang berbeda.

Konsentrasi gas pada bagian atas, tengah, maupun bawah suatu ruang tidak selalu sama.

Karena itu, Authorized Gas Tester perlu memahami teknik pengambilan sampel dan lokasi pengujian, bukan hanya cara membaca display gas detector.

Authorized Gas Tester dan Confined Space

Pembahasan mengenai Authorized Gas Tester sangat erat kaitannya dengan pekerjaan di confined space atau ruang terbatas.

Confined space dapat memiliki risiko atmosfer berupa:

  •       kekurangan oksigen;
  •       atmosfer mudah terbakar;
  •       gas beracun;
  •       akumulasi uap;
  •       perubahan kondisi atmosfer secara tiba-tiba.

Sebelum personel memasuki confined space, kondisi atmosfer perlu dievaluasi sebagai bagian dari prosedur keselamatan pekerjaan.

Namun gas testing bukan satu-satunya pengendalian.

Keselamatan pekerjaan confined space juga dapat melibatkan:

  •       permit to work;
  •       isolasi energi;
  •       ventilasi;
  •       komunikasi;
  •       personel standby;
  •       alat pelindung diri;
  •       emergency response;
  •       rescue plan.

Artinya, Authorized Gas Tester merupakan salah satu bagian dari sistem pengendalian pekerjaan confined space, tetapi bukan satu-satunya pengendalian yang diperlukan.

Authorized Gas Tester dan Hot Work

Gas testing juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan hot work.

Aktivitas seperti welding, cutting dan grinding menghasilkan panas, percikan, atau sumber penyalaan.

Apabila aktivitas tersebut dilakukan pada area dengan kandungan gas atau uap mudah terbakar, konsekuensinya dapat menjadi sangat serius.

Karena itu, informasi dari hasil gas testing dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan pengendalian pekerjaan sebelum hot work dilakukan.

Pengendalian tersebut dapat meliputi:

  •       hot work permit;
  •       isolasi area;
  •       ventilasi;
  •       fire watch;
  •       penyediaan alat pemadam;
  •       pengendalian bahan mudah terbakar;
  •       monitoring atmosfer selama pekerjaan.

Dengan demikian, gas testing perlu dilihat sebagai bagian dari Permit to Work dan pengendalian pekerjaan berisiko tinggi.

Sertifikasi Authorized Gas Tester BNSP

Salah satu jalur pengakuan kompetensi yang dapat digunakan di Indonesia adalah melalui sertifikasi kompetensi BNSP yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP sesuai ruang lingkup lisensi dan skema sertifikasi yang dimiliki.

Dalam sertifikasi kompetensi, peserta tidak hanya mengikuti pelatihan.

Kompetensi peserta akan dinilai melalui proses asesmen oleh asesor kompetensi berdasarkan skema sertifikasi yang digunakan.

Metode asesmen dapat melibatkan:

  •       observasi;
  •       wawancara atau pertanyaan lisan;
  •       pertanyaan tertulis;
  •       demonstrasi atau praktik;
  •       verifikasi bukti pengalaman;
  •       portofolio atau dokumen pendukung lainnya.

Metode yang digunakan dapat berbeda sesuai skema sertifikasi dan ketentuan LSP penyelenggara.

Apa yang Dipelajari dalam Pelatihan AGT BNSP?

Materi pelatihan dapat menyesuaikan skema sertifikasi dan kebutuhan industri. Namun secara umum pembahasan Authorized Gas Tester dapat mencakup beberapa aspek berikut.

Dasar Bahaya Atmosfer

Peserta perlu memahami karakteristik atmosfer berbahaya serta jenis bahaya gas yang mungkin ditemukan pada tempat kerja.

Parameter Gas Testing

Pembahasan dapat meliputi parameter seperti:

  •       O₂;
  •       LEL;
  •       H₂S;
  •       CO;
  •       parameter lain sesuai potensi bahaya pekerjaan.

Penggunaan Gas Detector

Peserta perlu memahami prinsip penggunaan alat gas detector, pemeriksaan sebelum digunakan, cara melakukan pengukuran, hingga keterbatasan perangkat.

Kemampuan menggunakan alat tanpa memahami keterbatasannya dapat menghasilkan interpretasi yang kurang tepat.

Teknik Pengujian Atmosfer

Pengujian atmosfer harus dilakukan dengan mempertimbangkan:

  •       lokasi pengambilan sampel;
  •       karakteristik ruang;
  •       potensi sumber gas;
  •       karakteristik gas yang diuji;
  •       tahapan pekerjaan yang dilakukan.

Interpretasi Hasil Gas Testing

Bagian terpenting dari gas testing bukan sekadar mendapatkan angka.

Personel perlu memahami apa arti angka tersebut terhadap keselamatan pekerjaan.

Hasil pengujian harus dapat digunakan sebagai informasi untuk menentukan apakah pekerjaan dapat dilanjutkan, membutuhkan pengendalian tambahan, atau perlu dihentikan.

Dokumentasi Hasil Pengujian

Hasil gas testing juga perlu didokumentasikan sesuai sistem keselamatan yang berlaku di perusahaan.

Dokumentasi dapat menjadi bagian dari:

  •       confined space entry permit;
  •       hot work permit;
  •       gas test record;
  •       Permit to Work;
  •       dokumen pengendalian pekerjaan lainnya.

AGT BNSP dan Program Kompetensi Sektor Migas: Apa Bedanya?

Pertanyaan yang cukup sering muncul adalah:

Apakah kompetensi gas tester hanya tersedia melalui BNSP?

Tidak selalu.

Pilihan pengembangan maupun sertifikasi kompetensi dapat berbeda tergantung sektor industri, kebutuhan perusahaan, serta skema yang digunakan.

Di Indonesia terdapat jalur sertifikasi kompetensi melalui BNSP dan LSP, sementara pada industri minyak dan gas terdapat pula program pengembangan dan sertifikasi kompetensi melalui lembaga sektor seperti PPSDM Migas Cepu.

Keduanya sebaiknya tidak dianggap otomatis sama karena sistem, skema, ruang lingkup, dan kebutuhan penggunaannya dapat berbeda.

AGT BNSP

Sertifikasi BNSP berorientasi pada pembuktian kompetensi seseorang melalui proses sertifikasi profesi berdasarkan skema sertifikasi yang digunakan oleh LSP.

Peserta akan menjalani asesmen untuk membuktikan pemenuhan kompetensi sesuai unit kompetensi yang tercakup dalam skema tersebut.

Program Kompetensi PPSDM Migas

PPSDM Migas merupakan lembaga pengembangan sumber daya manusia di sektor minyak dan gas bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Program kompetensi melalui PPSDM Migas memiliki konteks yang lebih spesifik terhadap kebutuhan industri minyak dan gas bumi.

Jenis program yang tersedia dapat berbeda-beda sesuai bidang pekerjaan dan skema kompetensi yang diselenggarakan.

Karena itu, sebelum memilih program pelatihan atau sertifikasi, calon peserta sebaiknya melihat terlebih dahulu:

  •       kebutuhan perusahaan;
  •       sektor industri;
  •       posisi pekerjaan;
  •       ruang lingkup pekerjaan;
  •       skema kompetensi;
  •       lembaga penerbit sertifikat;
  •       persyaratan dari proyek atau pemberi kerja.

Lebih Baik AGT BNSP atau Sertifikasi Migas?

Tidak ada satu pilihan yang selalu lebih baik untuk seluruh peserta.

Pemilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.

Apabila perusahaan atau proyek mensyaratkan sertifikat kompetensi BNSP, maka skema AGT BNSP dapat menjadi pilihan yang lebih relevan.

Sementara itu, personel yang bekerja di sektor minyak dan gas dapat memiliki persyaratan kompetensi yang lebih spesifik mengikuti ketentuan perusahaan maupun kebutuhan sektor migas.

Karena itu, jangan menentukan pilihan sertifikasi hanya berdasarkan nama program.

Periksa terlebih dahulu:

siapa lembaga penerbitnya, skema apa yang digunakan, kompetensi apa yang diuji, dan sertifikasi apa yang dipersyaratkan perusahaan.

Siapa yang Membutuhkan Kompetensi Authorized Gas Tester?

Kompetensi gas testing dapat relevan untuk personel yang terlibat dalam pengujian atmosfer maupun pekerjaan berisiko tinggi, antara lain:

  •       HSE Officer;
  •       Safety Officer;
  •       teknisi;
  •       operator;
  •       maintenance personnel;
  •       personel confined space;
  •       personel industri minyak dan gas;
  •       personel petrokimia;
  •       pekerja manufaktur;
  •       personel pertambangan;
  •       utility personnel;
  •       personel konstruksi;
  •       personel yang terlibat dalam Permit to Work.

Namun kebutuhan sertifikasi tetap perlu dikembalikan kepada job description, hasil identifikasi risiko, serta persyaratan perusahaan atau proyek.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Gas Testing

Memiliki gas detector tidak otomatis berarti proses pengujian atmosfer sudah dilakukan dengan benar.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

1. Hanya Mengukur di Satu Titik

Atmosfer di dalam ruang tidak selalu homogen.

Pengujian perlu mempertimbangkan karakteristik ruang, proses dan gas yang mungkin terdapat di dalamnya.

2. Tidak Memastikan Kondisi Alat

Gas detector perlu dipastikan dalam kondisi sesuai sebelum digunakan.

Pemeriksaan alat menjadi bagian penting agar hasil pengukuran dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

3. Mengandalkan Bau

Tidak adanya bau bukan berarti atmosfer aman.

Indera manusia tidak dapat dijadikan alat utama untuk memastikan keamanan atmosfer kerja.

4. Menggunakan Hasil Gas Test Lama

Kondisi atmosfer dapat berubah.

Hasil pengukuran harus relevan dengan kondisi aktual saat pekerjaan dilakukan.

5. Tidak Melakukan Monitoring Ulang

Pada pekerjaan tertentu, pengujian ulang atau monitoring atmosfer selama pekerjaan dapat diperlukan karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu.

Gas Testing Bukan Sekadar Membaca Angka

Kompetensi Authorized Gas Tester pada akhirnya tidak berhenti pada penggunaan alat.

Pertanyaan terpentingnya adalah:

Apa arti hasil pengukuran tersebut terhadap keselamatan pekerjaan?

Seorang personel yang melakukan gas testing perlu mampu menghubungkan hasil pengukuran dengan:

  •       identifikasi bahaya;
  •       penilaian risiko;
  •       Permit to Work;
  •       confined space entry;
  •       hot work;
  •       ventilasi;
  •       isolasi;
  •       emergency response;
  •       keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan pekerjaan.

Karena itu, pelatihan Authorized Gas Tester perlu membangun kemampuan teknis sekaligus pemahaman terhadap pengambilan keputusan berdasarkan kondisi atmosfer kerja.

Pelatihan dan Sertifikasi Authorized Gas Tester BNSP di AKUALITA

AKUALITA menyediakan program Pelatihan dan Sertifikasi Authorized Gas Tester (AGT) BNSP untuk mendukung peningkatan kompetensi personel dalam melakukan pengujian atmosfer kerja.

Program ini dapat menjadi pilihan bagi individu maupun perusahaan yang membutuhkan kompetensi gas testing untuk mendukung aktivitas seperti:

  •       confined space;
  •       hot work;
  •       pekerjaan migas;
  •       maintenance;
  •       shutdown;
  •       Permit to Work;
  •       pekerjaan pada area dengan potensi atmosfer berbahaya.

Selain jalur sertifikasi BNSP, AKUALITA juga menyediakan berbagai pilihan Pelatihan dan Sertifikasi kompetensi sektor minyak dan gas melalui PPSDM Migas Cepu.

Dengan adanya beberapa jalur tersebut, calon peserta dapat menyesuaikan pilihan program dengan kebutuhan pekerjaan dan persyaratan perusahaan.

Sebelum mendaftar, pastikan terlebih dahulu jenis sertifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, proyek, atau posisi yang dituju.

Butuh Informasi AGT BNSP atau Sertifikasi Migas?

Masih bingung menentukan AGT BNSP atau program kompetensi PPSDM Migas yang sesuai?

Konsultasikan kebutuhan Anda bersama AKUALITA.

Dapatkan informasi mengenai:

  •       skema pelatihan dan sertifikasi;
  •       persyaratan peserta;
  •       jadwal pelaksanaan;
  •       metode training;
  •       pilihan BNSP atau PPSDM Migas;
  •       program untuk individu maupun perusahaan.

Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Authorized Gas Tester (AGT) BNSP bersama AKUALITA.

Hubungi Customer Service AKUALITA atau cek jadwal pelatihan melalui website dan media sosial AKUALITA.

Referensi

  1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
    Database Peraturan BPK RI:
    https://peraturan.bpk.go.id/Details/47614/uu-no-1-tahun-1970
  2. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
    Informasi mengenai sistem sertifikasi kompetensi, Lembaga Sertifikasi Profesi dan skema sertifikasi:
    https://bnsp.go.id/
  3. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi – PPSDM Migas
    Informasi pengembangan dan sertifikasi kompetensi sektor minyak dan gas bumi:
    https://ppsdm.migas.esdm.go.id/
  4. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia – JDIH Kemnaker
    Referensi regulasi dan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja:
    https://jdih.kemnaker.go.id/
  5. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
    Referensi kebijakan dan pengembangan kompetensi sektor energi dan migas:
    https://www.esdm.go.id/

Catatan: skema sertifikasi, unit kompetensi, persyaratan peserta, dan ruang lingkup asesmen dapat mengalami perubahan. Sebelum mengikuti sertifikasi Authorized Gas Tester, peserta disarankan memastikan skema dan unit kompetensi yang digunakan oleh LSP atau lembaga penyelenggara.

FAQ

AGT merupakan singkatan dari Authorized Gas Tester, yaitu personel yang memiliki kompetensi untuk melakukan pengujian kondisi atmosfer pada area kerja tertentu.

AGT melakukan pengujian atmosfer untuk mengetahui kondisi oksigen, potensi gas atau uap mudah terbakar, serta keberadaan gas berbahaya sesuai risiko pada area kerja.

Gas testing merupakan salah satu bagian penting dalam pengendalian pekerjaan confined space karena ruang terbatas dapat memiliki risiko kekurangan oksigen, gas beracun, maupun atmosfer mudah terbakar.

Namun keselamatan confined space tidak hanya bergantung pada gas testing. Permit, isolasi, ventilasi, standby person dan rescue plan juga perlu dipertimbangkan.

Parameter yang umum diperhatikan antara lain:

  •       O₂;
  •       LEL;
  •       H₂S;
  •       CO.

Parameter tambahan dapat diperlukan sesuai proses dan potensi bahaya di tempat kerja.

LEL atau Lower Explosive Limit merupakan batas bawah konsentrasi suatu gas atau uap mudah terbakar yang dapat terbakar apabila kondisi yang diperlukan untuk terjadinya pembakaran terpenuhi.

Terdapat skema sertifikasi kompetensi melalui sistem BNSP/LSP yang berkaitan dengan kompetensi Authorized Gas Tester sesuai ruang lingkup skema dan LSP penyelenggara.

Karena nama dan ruang lingkup skema dapat diperbarui, calon peserta sebaiknya memeriksa skema yang digunakan sebelum mengikuti asesmen.

BNSP merupakan sistem sertifikasi kompetensi profesi yang dilaksanakan melalui LSP sesuai skema sertifikasi.

Sementara PPSDM Migas merupakan lembaga pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi yang menyelenggarakan berbagai program kompetensi untuk sektor migas.

Keduanya memiliki konteks dan skema yang dapat berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.

Tidak.

Kompetensi pengujian atmosfer dapat relevan pada berbagai industri yang memiliki potensi atmosfer berbahaya, seperti:

  •       minyak dan gas;
  •       petrokimia;
  •       manufaktur;
  •       pertambangan;
  •       konstruksi;
  •       utility;
  •       wastewater;
  •       pekerjaan confined space.

AKUALITA menyediakan Pelatihan dan Sertifikasi Authorized Gas Tester BNSP serta berbagai pilihan program kompetensi di bidang migas melalui PPSDM Migas.

Informasi jadwal, persyaratan dan pilihan program dapat dikonsultasikan melalui Customer Service AKUALITA.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Picture of Hana Nuriy, SKM, MOHSSc

Hana Nuriy, SKM, MOHSSc

PT Adhikriya Kualita Utama (AKUALITA) adalah Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) resmi yang menyelenggarakan pelatihan sertifikasi Ahli K3 Umum dari Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan) dan sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). 

AKUALITA juga menyediakan layanan konsultasi K3 yang mencakup keselamatan kerja, kesehatan kerja, lingkungan kerja, serta peningkatan sistem manajemen mutu di berbagai sektor industri.

Live Chat
Hubungi Customer Support kami untuk pertanyaan lebih lanjut
(Customer Support)
(Customer Support)
(Customer Support)
BNSP, Migas, dan Non Sertifikasi
Pelatihan & Sertifikasi Kemnaker
(Kritik dan Saran)
BNSP dan Non Sertifikasi
Live Chat
Hubungi Customer Support kami untuk pertanyaan lebih lanjut
(Customer Support)
(Customer Support)
(Customer Support)
BNSP, Migas, dan Non Sertifikasi
Pelatihan & Sertifikasi Kemnaker
(Kritik dan Saran)
BNSP dan Non Sertifikasi